Perempuan Perokok

Dalam novel Gadis Kretek, kisah Roro Mendut, rokok dijadikan sebagai simbol kebebasan dan tanda pemberontakan; atas sistem patriaki dan misoginis. Betapa dangkal isi kepala seseorang yang melabeli perempuan perokok itu “perempuan nakal” bahkan “murahan”, tidak kah bisa mereka lihat filosofi yang positif? Bahwa perempuan yang merokok merupakan salah satu bentuk pemberontakan atas ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan.

Rokok bukanlah parameter baik buruknya seseorang. Ya, rokok memang merugikan bagi kesehatan laki-laki dan perempuan. Rokok tidak baik  untuk siapapun; apapun jenis kelaminnya.

Saya sudah jenuh dengan mereka yang menilai karakter seorang perempuan dari rokok yang menyala di sela jari jemarinya. Mari kita sudahi “kesalahpahaman” ini. Kesalahpahaman yang mengurung kita dalam stereotip budaya yang negatif. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara atau usaha berhenti merokok untuk kesehatan diri yang lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s