Mine

Tubuhku sedikit gemuk, parasku tak begitu cantik, rambutku pendek, tak pandai memakai makeup pun.

Penggemar sepak bola, penikmat kafein, gemar membaca.

Yass I am not that girly..
Hampir semua teman dekatku adalah lelaki, alasannya? Nyaman. Karena aku tidak perlu menjadi orang lain untuk diterima apa adanya diri. Tidak juga membutuhkan skenario untuk menyamarkan rasa tidak enak untuk menolak/membantah. Penilaian mereka terhadap ku begitu natural. Pun mengajariku menilai sesuatu hal dari berbagai sudut pandang. Mengajak ku keluar untuk menonton bola, bermain play station, sekedar menyecap kafein di pagi siang malam dini hari pun. Mengendap-endap keluar rumah pukul 12 malam, dan pulang menjelang subuh. Tidak. Mereka tidak mengajakku pergi mabuk-mabukan menginap di hotel freesex atau ngedrugs, kami asyik melepas penat bertukar fikir mengkritisi mendebat kebijakan menertawai kebodohan kisah cinta yang memuakkan.

Beranjak dewasa memaksaku mengkoleksi lipstick, memilih bedak yang match dengan skintone, tidak lupmakai day-night cream sunblock etc. Sebelumnya aku diajarkan untuk terbiasa memakai deodorant parfum body lotion sedari duduk di bangku sekolah dasar, disela kesibukannya kira-kira begitu cara mamah memperkenalkan bagaimana seharusnya menjadi perempuan kepada ku.

Ternyata cukup melelahkan tumbuh dan besar menjadi seorang wanita ya? Pikirku. Oh bukan aku menyesali diri karena terlahir sebagai seorang perempuan. Aku hanya merasa terbuai rasa nyaman tumbuh bersama sosok lelaki; bapak dan teman-teman lelaki. Bermain playstation membicarakan otomotif menonton club sepak bola kebanggaan menyecap kafein bebas membicarakan apa saja. Bersama mereka jauh berbeda saat bersama dengan perempuan yang saat berkumpul sebatas bergunjing perempuan lainnya, dengan hampir seluruh isi pembicaraan tentang hal-hal menye.

Merawat diri rutin aku lakukan di rumah, facemask hairmask lulur pijat. Iya anak rumahan. Politik dan feminisme adalah beberapa hal yang membuatku antusias. Sayangnya tidak semua perempuan dan sebaya ku juga tertarik. I do love girly things but I do not like to talk about it all night long. I am not that type to talk about guy all day long. See? Sah sah saja orang menganggap ku perempuan yang berbeda (baca: aneh) cause I do not even care


I enjoy being my self. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s