Surat Keluarga

Berawal disore yang mendung ini fikiranku seperti meracau, menerawang jauh bergerak statis kebelakang dan kedepan.

Sendu? Tidak tahu..
Yang terlintas hanya orang-orang beserta kejadiannya dimasa itu. Aku seperti dibujuk untuk menaruh ego-ku yang menuntunku bangkit kembali berjalan dengan mengimbangi semua. Entah resah dan lelah macam apalagi yang akan kutulis didalam sini, aku hanya mencoba untuk tetap menulis dan menulis; pun tak mencoba mendramatisir. Jiwa ini seperti mengingini sesuatu yang ku tak tahu pasti apa. Otak ini gagal mencerna sinyal yang dikirim oleh syaraf-syarafnya. Bukan aku kehabisan cara menikmati hari dihidup ini, sebentar…biar ku tebak, mungkin begini, aku hanya sedang berada didalam sebuah fase merindukan sesuatu. Suatu masa. Bukan orang-per-seorang.

Aku sedang berusaha memacu laju fase dalam hidupku kini. dan aku sedang berusaha meninggalkan mereka yang selama ini aku nomer pertamakan, karna ternyata baru kusadari begitu banyak kesalahan disini yang kutemui. Pada akhirnya, apapun, akan mengembalikan manusia kepada siapa yang mempunyai hubungan darah kemudian sendiri dititik akhir hidupnya. Setelah semua yang dialami, aku selalu menemui; yoi. Gue pernah menomor satukan temen dan menomor duakan keluarga, tapi ternyata gue salah.

Berapa kali terpuruk dalam hidup?
Berapa kali mereka selalu ada disana?
Tolong, pikir kembali
dan coba resapi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s