Remahan Kue Nastar Lebaran

Sepagi ini dadaku terasa begitu sesak.. kalau kugambarkan, rasanya seperti duri yang tak sengaja kutelan mentah-mentah begitu saja. Aku kesal! Tiap kali mengingat satu mantan ku ini, jika ada satu tombol untuk memungkiri lalu menghapusnya bersih-bersih dari memori, sungguh akan ku tekan dengan senang hati. Mengingatnya saja membuatku (maaf) mual bahkan sering kali jijik. Kebiasaannya yang selalu ingin mengetahui bagaimana aku dan caraku dengan terang-terangan tidak elegan sangat teramat membuat aku risih.

Ulah nya menyalin semua musik yang aku dengar, apa yang aku suka; apapun. Aku menyesal pernah bersamanya lalu membiarkannya mengenal apa-apa yang aku suka.

Sebenarnya aku tak ingin menuliskan apapun tentangnya didalam blog ini. Apapun. tetapi kali ini aku benar-benar muak dengan dia yang tak seberapa dan gaya parlentenya. Yah… sudahlah aku menganggapnya tak lebih dari remahan kue nastar lebaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s