Untukmu yang Selalu Ada Lalu Tiada

Y: Dek ais aku minta maaf klo yg dlu-dlu banyak salah tolong dimaafin ya
A: Loh kenapa minta maaf? Dibajak siapa deh
Y: Ga dibajak
A: Aneh2x aja
Y: Gpp biar lega aaja aku
A: Oh mau skripsi
Y: Bukan
Mau cari jodoh

A: Gagal paham
tapi gluck yo

Y: Oke ais

Persis begitulah percakapan yang membuat tanganku gemetar membacanya dan otakku berfikir keras hingga kini. Aku sedang mengira-ngira apa maksud dan tujuanmu setelah tak lebih dari setahun lalu kamu mempermainkan aku kemudian malam ini kamu datang dan kembali memulai debar resahku. Pecundang macam apa kamu ini?

Aku tak mau kembali pada apa yang aku rasa setahun lalu. Aku juga tak mau kembali pada bahagia sesaat yang kamu beri. Katakan, apa yang sebenarnya kamu ingini?

Entah bagaimana semesta memberi pertanda..aku jadi teringat ketika dikisaran akhir September-awal Oktober saat malam itu aku sedang mencoba untuk memulai babak baru, kamu menjadi rajin menyapaku ditiap pagi dan harimu. Kamu kembali berhasil merobohkan dinding pertahanan itu. Aku pun tak terelakkan dari tiap godaan, gurauan, caci-makian, dan getaran makna percakapan. Kemudian kamu jalani harimu, aku jalani hariku. Kita berjalan sendiri, lupa diri.

Alasan klasik macam apa yang kamu pakai untuk memulai percakapan dalam rangka permintaan maaf malam tadi? Mencari jodoh, katamu? Apa hubungan mencari jodoh dan permintaan maaf padaku? Sir, jika ada maksud dan tujuan dari ini semua, bisakah kamu untuk ada dan terus selalu ada?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s