Kau dalam Tembakau

Ini adalah surat keduaku, tidak ada alamat yang dituju. Aku hanya sedang terlarut dalam hempasan lara, keluh, kesah, amarah, ditiap hisap-hembusan lintingan tembakau yang kubakar. Begini, bagaimana bisa aku merasa dahaga lalu hanya dengan membakar kemudian menghisapnya, aku merasa lega? Sihir macam apa…

ditiap keterpurukan, kejenuhan, kekecewaan dan keriuhan tawaku pun kepulan asapmu tak pernah luput membiarkanku seorang diri. kau selalu ada disetiap pelarian dalam diri. diusai makan siangku.. diakhir regukan secangkir susu coklat hangatku.. dipenghujung usapan air mataku.. dan ditiap kematangan fikiran untuk setiap keputusanku.. terimakasih. kau selalu hidup disitu.

maaf jika nanti tubuhku menua, aku harus taat kepada suami atau anak-anakku kelak, untuk benar-benar menjauhimu. atau jika tubuhku kian usang menghirup kepulanmu ditiap asap yang kucari kedamaian didalamnya. sekali lagi terimakasih; telah hadir disetiap memori masa jaya ku.

kau selalu tampan kupadu-padankan dengan apapun. dari minuman menyegarkan, hingga memabukkan. untukmu, tak lebih dari sekian belas ribu rupiah kubayarkan. tetapi untukku, kau tak hanya sekedar diproduksi lalu dibeli. kau adalah satu-satunya damai yang ketemui ditiap riuh isi kepala dan dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s