Rindu yang Apakah Entah Kelelahan

Dengarlah sayang,

Aku menulis surat sebanyak-banyaknya, bohong kalau tak mengharap balasan. Tak semuanya untukmu, sih. Tapi yang untukku tak ada. Apa artinya suratku tak layak dibalas?

Katanya doa yang berbalas adalah doa yang ikhlas. Kadang Dia membalas kalau memang baik bagiku, tak jarang membiarkanku kecewa dengan berbagai tanda dalam kepala. Tapi kau bukan Dia.

Wanita terlalu banyak menuntut mungkin menurutmu. Padahal cukup mudah — beri kejelasan padaku, maka aku akan menurut. Setidaknya pada hal-hal tertentu.

Aku bukan perayu, apalagi bila tanpa embel-embel rasa itu.

Kepadamu, aku tak mau teralu merendahkan diriku, pun bukan ingin menjualnya terlalu mahal. Kau mengerti hal ini, cuma pura-pura tidak.

Sedang kubuat tanggalan — batas akhir penantian. Tentang kapan kau akan kuabaikan. Hatiku mulai kelelahan. Meski kita tak sedang kejar-kejaran.

Engkau selalu ada disana,

Dalam ruang hatiku, untuk selamanya…

Balas suratku,

Ais

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s