Terimakasih, Pap…

Pap,
Aku bisa seperti ini karena pap.
Meski pap kerapkali keras mendikte, tapi tanpa pap,
aku tak tau harus bagaimana menjalani hidupku.

Pap, kau tak pernah memaksakan keinginanmu pada kami, anak-anak pap.
Terkadang pap hanya menggunakan cara yang salah, cara kasar untuk mendidik kami,
Tapi pap mau berubah, pap mau mendengarkan, memperbaiki diri…
Aku tau, pap cuma ingin yang terbaik bagi kami.

Pap adalah orang yang baik, sangat baik.
Aku hanya tak habis pikir…
Orang disekeliling pap kerapkali hanya memanfaatkan pap.
Betapa tega mereka, mempermainkan pap.
Bahkan ada yang memfitnah, dan menipu pap.

Semoga pap tetap sabar menghadapinya.
Allah Maha Adil, kan, pap? dan Allah Maha Tahu…

Pap orang yang berhati lembut,
Pap menangis, saat khawatir akan anak juga istrinya, mamaku…

Sekarang, pap semakin menua, semakin cerewet
maafkan aku, aku sering menyinggung perasaan pap
aku kerap tak bisa bersabar menghadapi pap
pap yang minta tolong menggunakan gadget
susah sekali menjelaskan tentang teknologi pada pap…

Aku sering lupa, betapa besar pengorbanan pap untukku,
bahwa kesusahan ku untuk membantu pap tak sebanding denngan kesusahan pap membesarkan aku

Maaf, aku tak sanggup berkata maaf, cinta dan berterimakasih secara langsung…
Tapi pap tau, kan, betapa aku tak bisa hidup tanpa pap?
Terimakasih, Pap…akan cinta dan kasih sayang yang pap berikan.

Semoga pap sehat selalu, diberikan rizki yang berkah, dan umur yang panjang sampai waktuku bisa membahagiakan, membanggakan pap.

Iklan

Satu pemikiran pada “Terimakasih, Pap…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s